Nikmati Proses

•18 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Assalamualaiku Wr wb

Pa kabar temen2 men.asmen ?? Menyapa Xan lewat kata dan tulisan…karena saya tak pandai berkata secara langsung… itulah kelemahan saya, dan saya anggap itupun sebagai kelebihan saya.. Moga sekelumit kata ini berarti dan bisa diambil hikmahnya untuk Xan…dan untuk saya pribadi khususnya…

Bismillah….

Nikmati Proses

Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu ALLAH yang menetapkan, tapi bagi kita punya kewajiban untuk menikmati dua perkara yang dalam aktivitas sehari-hari harus kita jaga, yaitu selalu menjaga setiap niat dari apapun yang kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya terserah ALLAH SWT.

Seperti para mujahidin yang berjuang membela bangsa dan agamanya, sebetulnya bukan kemenangan yang terpenting bagi mereka, karena menang-kalah itu akan selalu dipergilirkan kepada siapapun. Tapi yang paling penting baginya adalah bagaimana selama berjuang itu niatnya benar karena ALLAH dan selama berjuang itu akhlaknya juga tetap terjaga. Tidak akan rugi orang yang mampu seperti ini, sebab ketika dapat mengalahkan lawan berarti dapat pahala, kalaupun terbunuh berarti bisa jadi syuhada.
Oleh sebab itu, sekali lagi jangan terpukau oleh hasil, karena hasil yang bagus menurut kita belum tentu bagus menurut perhitungan ALLAH. Kalau misalnya kualifikasi mental kita hanya uang 50 juta yang mampu kita kelola. Suatu saat ALLAH memberikan untung satu milyar, nah untung ini justru bisa jadi musibah buat kita. Karena setiap datangnya rizki akan efektif kalau iman kitanya bagus dan kalau ilmu kitanya bagus. Kalau tidak, datangnya uang, datangnya gelar, datangnya pangkat, datangnya kedudukan, yang tidak dibarengi kualitas pribadi kita yang bermutu sama dengan datangnya musibah. Ada orang yang hina gara-gara dia punya kedudukan, karena kedudukannya tidak dibarengi dengan kemampuan mental yang bagus, jadi sombong, jadi sok tahu, maka dia jadi nista dan hina karena kedudukannya.

Nah, Teman. Selalulah kita nikmati proses. Seperti saat seorang ibu membuat kue lebaran, ternyata kue lebaran yang hasilnya begitu enak itu telah melewati proses yang begitu panjang dan lama. Mulai dari mencari bahan-bahannya, memilah-milahnya, menyediakan peralatan yang pas, hingga memadukannya dengan takaran yang tepat, dan sampai menungguinya di open. Dan lihatlah ketika sudah jadi kue, baru dihidangkan beberapa menit saja, sudah habis. Apalagi biasanya tidak dimakan sendirian oleh yang membuatnya. Bayangkan kalau orang membuat kue tadi tidak menikmati proses membuatnya, dia akan rugi karena dapat capeknya saja, karena hasil proses membuat kuenya pun habis dengan seketika oleh orang lain. Artinya, ternyata yang kita nikmati itu bukan sekedar hasil, tapi proses.

Kalau kita ikhlas menjalani proses ini, insya ALLAH tidak akan pernah rugi. Karena memang rizki kita bukan apa yang kita dapatkan, tapi apa yang dengan ikhlas dapat kita lakukan.

*****

Berada di BEM ini….adalah suatu proses pengalaman belajar yang luar biasa bagi saya…tidak hanya belajar administrasi tp juga bisa mengenal dan mempelajari berbagai karakter dari Xan masing-masing…. Ada disini seperti halnya ditepi pantai, kadang air dg lembut menyapu pasir, kadang  juga debur ombak menghantam. Tapi teman, bukankah air yang tidak mengalir itu biasanya kurang memiliki manfaat ? Bukankah lautan yang tidak bergelombang itu tidak memiliki wibawa? Oleh karena itu, segala gelombang ujian yang menimpa (entah itu konflik dalam sebuah persahabatan, kepahitan yang terjadi di tengah ukhwah) anggaplah itu semua sebagai bumbu penyedap yang akan menjadikan harumnya sebuah masakan. Konflik yang terjadi, kekecewaan yang pernah di rasakan, jadikan  sebagai asam garam kehidupan.

Senang bisa berada di sini bersama Xan, Qta akan mewarna bersama, berkilau bersama kedepannya, bersama, bukan saya sendiri, kamu sendiri atau ia sendiri tp kita bersama….Tak ada seorang pun yang bisa kembali ke masa lalu untuk membuat suatu awal yang baru. Namun, setiap orang dapat memulai saat ini untuk membuat suatu akhir yang baru. Akhir kata Afwan minkum…

Wassalamualikum Wr Wb…

Salam Luar Biasa untuk orang-orang Luar Biasa yang hadir dalam episode hidup saya.. dalam paragraph catatan saya.

Kita Diantara Kata

•18 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Apa yang kita alami
Apa yang kita jalani
Walau setitik
Walau setepi
Berhimpitan antara kata-kata
Yang tak terucap

Seuntai kata
Sebait kata
Mengilhami pertautan ini
Rasa yang tak bertepi

Aku, kamu…
Mencoba menguntai baris demi baris puisi
Yang kita sebut…
Asa.

Sekali lagi
Kadang terhenti
Kehabisan kata-kata
Lantas…
Membiarkan barisnya tak terisi
Tak terlengkapi

Hanya putih
Dengan garis tanpa tulis
Tapi kata enggan mengakhiri
Lantas kita…
Membiarkannya tetap terbuka
Adalah aku atau kamu yang akan melengkapi
Saat himpitan kata-kata diantaranya
Terucap dengan jelas
Dari bilik hati diantara hati

Griya Kencana, 19 Okt ‘09
Pkl. 22:56